Tuesday, October 21, 2008

Bayar Mahal? Duitnya buat apa sih?

dulu, taun 2001 ketika saya masih bekerja di C***bank, sebuah bank asing yg cukup mentereng, saya pernah bercakap2 dengan seorang rekan kerja, menurutnya Country Manager (apa yah namanya lupa heheh...) pada waktu itu Michael Z*** (orangnya charming, dah gitu handsome pula heheh)..memiliki visi untuk menciptakan yang namanya 'card society', masyarakat tanpa uang...kini stelah tujuh tahun berlalu, bagaimana kelanjutannya ya?

Kini ditengah badai krisis finasial global, kaya' nya visi card society nya si mister tidak berjalan mulus kalo tidak boleh dibilang gagal..apalagi C***group sebagai holding nya mengalami kerugian milyaran dollar us....

Saya tidak menyoroti visi atau tempat saya bekerja dulu...yang saya coba komentari adalah bahwa ternyata tidak selamanya prediksi, visi atau semacamnya yang dibuat oleh orang luar negeri bagus or indah untuk sekedar dibaca...dalam kenyataanya sikap mental positif dan rasa syukurlah lah yang lebih bisa diandalkan untuk mewujudkan suatu visi..kenapa saya bilang begitu?karena berdasarkan referensi yang saya baca, krisis saat ini lebih disebabkan oleh ketamakan para executive dan top manager perusahaan dalam 'menghargai diri sendiri', mereka merasa harga mereka adalah mahal sehingga layak mendapatkan uang, gaji dan bonus yang gila2 an...akibatnya ketika terjadi kemacetan pembayaran or jualan mereka ga laku, laba perusahaan tergerus habis untuk membayar bonus mereka (sekarang banyak ceo, manajer, executive perusahaan yang 'rela' ga dikasih bonus demi memperbaiki krisis---telaaaat bowz)..



Andaikan mereka bersukur bahwa gaji n bonus mereka sudah lebih dari cukup dan sikap mental mereka positif bahwa tidak perlu menghargai diri secara berlebihan, maka niscaya krisis financial global saat ini tidak perlu terjadi. Jangan memperbesar disparitas antara karyawan dan bos.

Berkaitan dg itu, kadangkala dalam membeli suatu produk timbul dalam pikiran 'harganya kok mahal ya? keuntungannya brapa nih? untungnya buat apa? dulu saya pribadi berpikir mungkin harga nya mahal karena butuh biaya untuk riset dan pengembangan..dst, tapi sekarang jelas, tnyata keuntungan yg didapat, antara untuk riset dengan untuk membiayai bos2 perusahaan lebih besar untuk membiayai bos2 itu...coba aja perhatikan, dalam suatu produk baru yang diluncurkan, fitur n teknologi yang ada tidak sebanding dengan kenaikan harga nya...taruh lah produk HP atau motor..paling hanya ganti casing or stripping, tapi naik harganya minta ampuuuuuun...terbukti kan bahwa uang yg kita keluarkan hanya untuk menyenangkan para bos itu, untuk riset paling cuma brapa persen dr keuntungan....sudah kita biayai eeeeeh sekarang malah bikin sengsara orang sedunia!!!!

Saran saya, sebelum membeli or ganti suatu barang kita itung dulu antara fitur n harga apakah sebanding???klo cuma ganti cat sayang uangnya bozzzz...jangan ketipu, ibaratnya kita ngasih uang ke pengemis eeeehhh si pengemis nya malah ngerampok rumah kita....ga mau kan?

apapun pendapat anda kirim komentar nya ya...

No comments:

Post a Comment

Post a Comment