Wednesday, December 31, 2008

Refleksi akhir Tahun 2008

Tahun 2008 adalah tahun yang penuh cobaan buat gw...memang cobaan slalu ada bahkan kala kita merasakan kesenangan sekalipun. Kita harus bersukur bahwasannya kita diberi cobaan, karena tandanya Allah masih sayang n masih inget sama kita. Dipenghujung tahun 2008 ini, perbandingan antara pengharapan dan realita tidak signifikan, artinya banyak pengaharapan gw yang meleset tidak atau belum mewujud di tahun 2008.


Renungan akhir tahun sampai pada beberapa kesimpulan, bahwasannya tahun 2008 adalah tahun:
1. Ujian terhadap keyakinan, seringkali terbersit dosa dalam pikiran dan hati, suudzon akan kehendak Nya, padahal jelas2 Allah akan seperti apa yang kita sangka kan pada Nya, dari sinilah dapat diambil hikmahnya bahwa gw hrs bisa menerima kenyataan, menerima kekalahan, bahwa apa yang kita inginkan belum tentu bisa mewujud, masih ada yang lebih Kuasa lagi untuk memutuskan.
2. ujian terhadap kesabaran, setelah keyakinan kita diuji selanjutnya adalah kesabaran, sabar untuk menjalani garis Nya, dengan sabar kita hilangkan pikiran2 negatif dalam diri. Kita kembalikan segala sesuatu pada Nya, terserah pada Nya. Banyak pengalaman, yg bikin gw 'gagal' adalah kurangnya rasa sabar, seringkali diberikan kesempatan yang orang lain belum tentu dapatkan tapi karena kurangnya 'kecerdasan emosional' jadi tersia2.
3. ujian terhadap rasa syukur, bersukurlah dalam tiap kondisi yang kita jalani, apa pun itu, sebab dengan begitu kita tidak selalu mengenang kondisi2 kita sebelumnya lalu kemudian menyesalinya.
4. Ujian terhadap rasa sedih, silaturahmi adalah kunci nya..
4. ujian terhadap konsistensi dan konsekuensi diri, inilah yg terberat, bagaimana gw hrs tetep yakin, sabar, bersukur, dan bergembira..konsisten! Konsekuen!!

Gw jadikan tahun 2008 sebagai tahun pengharapan dan tahun 2009 sebagai tahun relita, tahun perwujudan pengharapan gw di 2008. Amin.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment